• Dalam rangka menyambut hari Ulang Tahun DKI Jakarta ke-492, lebih dari 300 petugas PPSU kelurahan Jatinegara dan kecamatan Pulogadung dikerahkan dalam kerja bakti di Makam Pangeran Jayakarta, Masjid Assaalsfiyah pada hari Rabu
  • Warga senior Jakarta Timur pasti mengingat Butet sebagai salah satu bioskop independen yang tersisa, dan masih menggunakan rol film 35 milimeter konvensional.
  • "Dari dulu kami sekeluarga tak mau buang sampah di sungai. Kami tahu nanti itu bikin kotor dan banjir," ujar Nanang, yang juga ketua RT011 RW008 Kelurahan Jatinegara di Jakarta.
  • Awalnya, Jatinegara merupakan hutan belukar yang banyak ditumbuhi pohon jati. Di tempat inilah Pangeran Jayakarta melarikan diri dari kota Jayakarta pada tanggal 30 Mei 1619 setelah dikalahkan oleh pasukan Belanda yang dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen.
  • Bagi Singapura, taman adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan warga.
  • Warga perumahan Jatinegara Indah dan apartemen East Park selenggarakan pemilihan ketua Rukun Warga (RW) untuk periode 2017-2020 di Balai Pertemuan Warga pada hari Sabtu, 23 Desember 2017.

Minggu, 09 Mei 2021

Jalan-jalan di Jakarta Tempo Doeloe dalam Video

 Kali ini, JatinegaraIndah.com mengajak pembaca untuk berjalan-jalan di Jakarta Tempo Doeloe secara virtual lewat lorong waktu. Berbagai video berikut menggambarkan berbagai suasana dan kawasan. 

Terima kasih untuk para pembuat/perangkai video Jakarta, semoga video-video tersebut senantiasa mengingatkan warga Jakarta untuk tidak lupa pada sejarah kotanya sendiri dan mencintainya. 

Selamat menonton. 

1. Kita mulai dengan perjalanan dari Salemba Raya ke Matraman Raya, Jakarta Timur


2. Terus melihat-lihat foto-foto desa Kalisari, Pasar Rebo tempo dulu


3. Klender, Glodok, Jatinegara 1900 an


4. 42 foto Jakarta era 1870-1970



5. Jakarta Sebelum Jadi Kota


6. Glodok 1928


7. Foto landmark Jakarta Tempo Doeloe

Pondok Kopi (Konon) Kebon Kopi Pertama Indonesia

Tahukah Anda, konon, tanaman kopi pertama Indonesia ditanam di kawasan yang kini dikenal sebagai Pondok Kopi, Jakarta Timur? Meskipun sekarang ini tak ada lagi tanaman atau perkebunan kopi di wilayah yang sekarang telah menjadi pemukiman padat ini, nama Pondok Kopi terlanjur menjadi nomenklatur wilayah sebagaimana diresmikan pada 17 Januari 1982.

Berawal dari tahun 1696, Walikota Amsterdam Nicholas Witsen memerintahkan komandan OC di Pantai Malabar, Adrian van ommen untuk membawa bibit kopi ke Batavia. Bibit kopi ini kemudian diujicoba pertama kali di lahan pribadi Gubernur Jenderal VOC Willem van Outhoorn di kawasan yang sekarang dikenal sebagai Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Bibit kopi ini kemudian tumbuh subur dan menghasilkan buah yang bisa dipanen. Biji kopi dari hasil panen pertama kebun ini kemudian dibawa ke Hortus Botanicus Amsterdam.

Sayangnya penanaman kopi di kawasan Pondok Kopi ini tak berjalan mulus karena kebun kopi dilanda banjir yang akhirnya merusak tanaman. Kemudian pada 1699, bibit kopi kembali didatangkan namun penanamannya diperluas ke Jawa Barat.

Menurut pengguna akun twitter @penangkar_benih yang mengunggah kisah dan sejarah panjang soal sejarah perkopian Indonesia pada 11 Juni 2020, mulai dari kawasan Pondok Kopi, kebun kopi semakin luas dan menjelajah ke banyak daerah di Indonesia. Tak disangka, ternyata para biolog di Hortus Botanicus Amsterdam kagum dengan kualitas kopi Jawa.

Para biolog ini mengatakan kalau kopi Jawa punya kualitas dan cita rasa yang unik dan berbeda dengan kopi yang pernah mereka coba. Mengetahui hal ini, kemudian para ilmuwan mengirim contoh kopi Jawa ke berbagai kebun raya yang ada di Eropa.

"Seiring berjalannya waktu, istilah a Cup of Java muncul di dunia barat, hal ini mengesankan kopi Indonesia identik dengan Kopi Jawa, meskipun masih terdapat kopi nikmat lainnya seperti kopi Sumatera dan kopi Sulawesi. Kopi yang ditanam di Pulau Jawa pada umumnya adalah kopi Arabika," tulis akun ini.

Setelah dilanda banjir hebat yang merusak kebun kopi, kawasan ini kemudian tak pernah lagi ditanami kopi. Bibit kopi kemudian dibudidayakan di wilayah Priangan, Jawa Barat.

Pondok Kopi dulunya dikenal dengan sebutan Desa Kopi, saat itu desa ini masuk dalam bagian Desa Malaka. Karena sulit membedakan antara Desa Kopi dan Desa Malaka, akhirnya warga sepakat mengganti nama Desa Kopi dengan sebutan Pondok Kopi. Nama ini masih digunakan sampai sekarang.

Kini kawasan Pondok Kopi memiliki luas wilayah 2,06 km2 dengan area yang kini dipadati perumahan penduduk.


sumber: Detikfood.com dan lain lain. 

Suasana Pondok Kopi sekarang ini beserta sejarah kopi itu bisa disaksikan juga di video di bawah ini yang dikisahkan oleh seorang warga Jakarta. 
 


Sabtu, 08 Mei 2021

Masjid Tertua di Jakarta Timur: Jami Al Anwar Jatinegara

Penutur sejarah Masjid Jami Al Anwar, Muhammad Rasyid mengungkap asal muasal sejarah Masjid Jami Al Anwar sebagai  tempat ibadah satu-satunya di Jatinegara di masa lampau.

Konon didirikan oleh Datuk Umar atau biasa disebut Datuk Biru, masjid ini kabarnya dibangun sekitar abad ke-18, atau ada yang mengatakan pada masa sebelum itu. 

Pondasi, pintu hingga mimbar di Masjid Jami Al Anwar, Jatinegara, Jakarta Timur yang berumur ratusan tahun itu telah beberapa kali dipugar. 

Rasyid menuturkan pada masanya masjid ini berada di tengah hutan dan area persawahan karena pemukiman masih jarang. Para ulama menganggap perlu membangun masjid sederhana bagi masyarakat untuk beribadah. 

"Jadi menurut dokumen yang pernah saya tahu dari peninggalan KH Abdul Salam Bin Hasni bin Husen Bin Adnan renovasi yang ke-10 saja 1930-1934. Itu zaman Belanda. Masjid ini sudah ada tahun 1700-an dan kemungkinan juga sebelum itu,” katanya sebagaimana dikutip Tribunjakarta.com. 

Setelah melalui kesepakatan bersama, akhirnya para warga desa melakukan urunan atau patungan untuk menyumbangkan pondasi masjid.


Sekiranya ada 12 desa pada masa itu yang menyumbangkan 12 tiang kayu jati asli Jawa Timur.

"Tiang 12 ini asli. Jadi dulu satu desa urunan satu tiang. Itu kayu jati dari Jawa Timur. Jadi masjid ini sudah sangat tua sekali. Aslinya tiang 12, dibangun oleh 12 desa," lanjutnya.

Selanjutnya, enam pintu kayu di bagian samping masjid juga merupakan bangunan asli.

Sementara mimbar yang digunakan untuk khutbah juga masih asli sejak masjid ini berdiri.

"Jadi masih ada lagi yang merupakan bangunan asli. Mimbar ini sudah berumur ratusan tahun dan 6 pintu di samping masjid itu masih asli," ucapnya.

Menjadi masjid satu-satunya masjid pada masa itu, Rasyid mengklaim Masjid Al Anwar sebagai masjid tertua di kawasan Jakarta Timur.

"Ini sentral dakwah. Untuk Jakarta Timur ini masjid tertua. Dari 1700-an. Sebelumnya juga kemungkinan sudah ada," jelasnya.

Oleh sebab itu, banyak ulama yang datang silih berganti di masjid ini untuk mensyiarkan agama islam.

Selain itu, Rasyid menjelaskan mulanya masjid ini dicetuskan oleh Datuk Umar.

Banyaknya pejuang pada masa itu, turut membuat masjid ini sebagai tempat mengatur strategi melawan Belanda selain untuk syiar islam.

Oleh sebab makam Datuk Umar dan anaknya, Datuk Ali berada di dalam Masjid Jami Al Anwar.

"Tahun 50-an enggak ada Jakarta Timur adanya Jakarta Selatan Dua. Jadi dulu dibangun dan sederhana aja, seperti Masjid Demak karena ini memang Betawi, Demak dan Banten satu guru," jelasnya.

"Kemungkinan dibangun oleh keturunan atau trah-trah, baik Sultan Banten maupun Cirebon. Sampai tahun 60-an orang dari mana-mana, seperti Cawang, Kayu Manis, Pulogadung salatnya di sini," tandasnya. 

Sumber: Tribunjakarta.com, gpswisata.info

Rabu, 29 Juli 2020

Belajar Urban Farming dari Warga Duren Sawit

Petugas pemerintah pemkot Jakarta Timur melakukan pendampingan melakukan pertanian melalui konsep urban farming (pertanian kota) kepada warga RT 002/RW 014 Kelurahan Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. (Foto : Pemkot Jakarta Timur)
Warga RT 002/RW 014 Kelurahan Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur punya cara sendiri mengisi waktu untuk tetap produktivitas dalam melewati masa sulit pandemi Corona (Covid-19) dengan memajukan sektor pertanian melalui konsep urban farming (pertanian kota).

Sejak Juni lalu, warga memulai menggarap lahan tidur seluas 1.000 meter persegi dan menyulapnya menjadi hijau. Selain menanami lahan, warga juga menggunakan lahan untuk membudidayakan ikan. 

Sayur mayur seperti terong, bayam, kangkung, labu, selada dan pakcoy berderet rapi. Di sampingnya, berember-ember lele dipelihara di taman RT002. 

Ketua RT 002/RW 014 Kelurahan Duren Sawit, Mustara Musa, mengatakan, konsep urban farming ini bisa membantu warga di bidang ketahanan dan kemandirian pangan, terlebih saat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

"Ini berdasarkan semangat kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah untuk terus mewujudkan masyarakat agar tetap produktif," katanya kepada tim Sudin Kominfotik Jakarta Timur di lokasi, Senin (29/6/2020) seperti dikutip dari halaman resmi Pemerintah Kota Jakarta Timur. 

Ia melanjutkan, keberadaan taman hijau ini telah dirasakan bahkan menuai dukungan seluruh warganya. Selain mendekatkan diri sendiri dengan alam, urban farming juga dapat merekatkan hubungan sosial yang telah diterapkan dalam lingkungan bertetangga.

Tak hanya itu, urban farming dapat menguatkan rasa kebersamaan dan menciptakan budaya gotong royong dalam lingkungan masyarakat kota.

Sementara itu, Lurah Duren Sawit, Irwan Ilyas, menyambut baik akan keberadaan taman hijau yang menjadi ruang terbuka hijau yang produktif, sebagai salah satu cara alternatif pemenuhan kelangsungan pangan masyarakat.

Ia menilai, keterbatasan lahan akan di wilayah perkotaan bukan berarti kegiatan bercocok tanam melalui metode urban farming pun terhenti.

"Kita, pemerintah kelurahan Duren Sawit akan terus mendukung. Ke depan kita akan terus mendorong kreativitas masyarakat dengan semangat berkolaborasi menuju maju kotanya bahagia warganya," pungkas Irwan. 

Memang, tren urban farming mengalami peningkatan signifikan selama pemkot DKI menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Jadi begini itu terbukti banget selama PSBB, permintaan benih meningkat sekali," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) DKI Jakarta Darjamuni seperti dikutip oleh Media Indonesia.

Selama tiga bulan belakangan ini atau saat masa PSBB di mana banyak orang Work From Home (WFH), terjadi peningkatan urban framing untuk kebutuhan warga sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian Dinas KPKP DKI Mujiati mengatakan bahwa walaupun belum terdata seberapa besar penambahan lokasi urban farming yang terjadi selama masa PSBB, pihaknya sudah mencatat sedikitnya ada sekitar 900 titik urban farming di Jakarta.

"Kalau orangnya ribuan, jadi jumlah pastinya karena kita hanya melihat titiknya, titiknya ada 600 Gang Hijau. Satu gangnya mungkin rata-rata 10 orang berarti sudah 6 ribu orang. Kemudian karang taruna itu ada 300 lokasi dengan satu lokasi kalau kita hitung 5 orang itu berarti 1.500 orang. Kemudian PKK dan di RPTRA," ungkap Murjiati.

Urban farming atau pertanian kota adalah konsep bertani dengan memaksimalkan lahan sempit di wilayah perkotaan yang dapat dilakukan di mana saja, seperti di atap rumah, dinding, pagar, halaman rumah, halaman sekolah, serta atap masjid.

"Wilayah rata-rata banyak itu timur, selatan, barat karena memang secara lokasi lebih luas. Contohnya kayak sawah malah di utara. Di Jakbar itu di atas masjid, Tebet juga," jelas Murjiati.

Urban farming memiliki banyak sekali manfaat yang sangat positif, yaitu membuat kondisi lingkungan menjadi lebih hijau dan asri, serta dapat juga untuk memenuhi kebutuhan sendiri akan sayur-mayur. Selain itu, aktivitas urban farming juga memilki nilai edukatif bagi anak-anak dan generasi muda untuk memperkenalkan kecintaan pada lingkungan. 

Senin, 27 Juli 2020

Waspada Komplotan Maling Bermotor dengan Modus Ban Kempes



JATINEGARA INDAH -- Beberapa saat yang lalu beredar video CCTV merekam aksi komplotan maling bermotor yang terjadi di depan kawasan Perumahan Jatinegara Indah, tepatnya di Jl. DR KRT Radjiman Widyodiningrat, Cakung, Jakarta Timur. 

Kejadian diperkirakan terjadi sekitar jam 7 pagi pada tanggal 8 Juni 2020. 

Dalam aksinya komplotan berpura-pura memberi tahu pengendara mobil bahwa ban mobil yang dikendarai yang bersangkutan kempes. Korban yang diincar umumnya  wanita yang mengendarai mobil sendirian. 

Pada video, nampak mobil Toyota Avanza berhenti di depan sebuah showroom mobil. Seorang wanita keluar dari mobil untuk mengecek kondisi ban mobil yang dikendarainya termakan oleh peringatan dari anggota komplotan pemotor. Dari video diketahui bahwa komplotan mengendarai 3 motor, masing-masing dengan tugas masing-masing. Ada yang mengalihkan perhatian korban, ada yang melihat situasi sekitar, ada yang menggasak barang berharga di dalam mobil. 

Di video tampak, anggota komplotan berjalan mendekati mendekati pintu depan sebelah kiri mobil. Ia pun berhasil mengambil barang diduga tas yang berada di jok penumpang depan.

Saat berhasil mengambil barang itu, semua maling yang naik motor langsung kabur. Merasa dikerjai oleh pemotor, si korban kembali masuk ke dalam mobil. Tak lama, korban keluar kembali tampaknya baru sadar kalau dirinya telah menjadi korban aksi pencurian.

Penting untuk senantiasa waspada ketika berkendara. 

Senin, 20 April 2020

Video: Jakarta Tempoe Doeloe

Tiba dengan perahu di Tanjung Priok, di belakang trem uap dengan barang untuk dijual di pasar, kehidupan kampung di Kwitang, menyelam ke kolam renang Cikini, dengan sampan di sepanjang kanal di kuartal Cina, dan melihat sekilas  hiruk pikuk di Pasar Ikan dan Sunda Kelapa.  Dan terus menerus melihat iklan sampanye Mo√ęt & Chandon di gerbong trem.

Beginilah cara orang-orang pada masa itu mengalami kehidupan.  Video tanpa suara ini  bisa jadi saksi bagaimana anak Betawi hidup 90 tahun yang lalu.

sumber: lostjakarta.com

Kamis, 09 April 2020

Undangan: Sosialisasi PSBB Warga

Assaamu’alaikum WrWb.
Salam Sejahtera
Om Swastiastu
Namo Budhaya

Selamat siang Bapak/Ibu,
Kami dari tim gugus tugas Covid -19 bermaksud mengundang  Bapak/Ibu selaku pengemban amanah warga serta tokoh masyarakat untuk hadir  pada

Hari.       : Jum’at
Tanggal : 10 April 2020
Waktu    : 19.30 - 20.30
Agenda :

1. Peningkatan partisipasi warga dalam penyemprotan lingkungan secara gotong royong.

2. Himbauan agar warga mengikuti anjuran, keluar rumah pake masker, dan taat PSBB.

3. Tindak lanjut terhadap warga yg apatis thd anjuran, misal terhadap SOP masuk perumahan JI, tukang yg dipekerjakan dalam renovasi rumah.

4. Pemaparan pemasukan dan pengeluaran dana tim gugus tugas Covid-19

Mohon kiranya Bapak/Ibu dapat meluangkan waktu untuk menghadiri. Atas perhatian dan partisipasinya kami mengucapkan banyak terima kasih.

Wassalamu’alaikum WrWb.
Tim gugus tugas Covid-19







Transkrip Pengumuman PSBB Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan



Pada malam hari ini saya ingin menyampaikan pesan untuk warga Jakarta semua terkait dengan rencana pelaksanaan PSBB yang akan kita mulai nanti malam pukul 00.00 tanggal 10 April 2020. Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 sudah tuntas dan peraturan gubernur ini memiliki 28 pasal mengatur semua yang terkait dengan kegiatan di kota Jakarta, baik kegiatan perekonomian, kegiatan sosial, kegiatan budaya, kegiatan keagamaan, kegiatan pendidikan.

Di dalam peraturan gubernur ini, ditetapkan pada prinsipnya seluruh masyarakat Jakarta selama 2 minggu ke depan diharapkan untuk berada di rumah, lingkungan rumah, dan mengurangi, meniadakan kegiatan-kegiatan di luar. Prinsipnya adalah bertujuan untuk memotong, memangkas mata rantai penularan covid19 di mana Jakarta saat ini merupakan episenter dari masalah covid19 ini. Tujuan kita bukan bertujuan untuk mengajak semua orang di rumah. Tujuannya kenapa di rumah? Menyelamatkan diri kita, menyelamatkan keluarga, tetangga, kolega dan membuat penyebaran virus ini bisa kita kendalikan.

Di dalam pembatasan ini, saya perlu garis bawahi beberapa hal. Pertama, terkait dengan pembatasan aktivitas bekerja di tempat kerja diatur di Pasal 9 bahwa selama pemberlakuan PSBB, maka dilakukan penghentian sementara aktivitas kantor, aktivitas di tempat kerja, dan penghentian ini wajib diikuti dengan kegiatan bekerja di rumah atau di tempat tinggal. Kewajiban utk m’hentikan kegiatan di tempat kerja itu berlaku utk semua sektor kecuali berikut:

Pertama adalah kantor instansi pemerintah baik pusat dan daerah, kedua adalah kantor perwakilan diplomatik dan organisasi internasional, ketiga adalah BUMN dan BUMD.

Kemudian juga untuk dunia usaha, sektor swasta, ada beberapa yang dikecualikan: kesehatan, bahan pangan makanan & minuman, energi, komunikasi & teknologi informasi, keuangan, logistik, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar dan utilitas publik serta industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional atau objek tertentu, dan sektor swasta yang melayani kebutuhan sehari-hari.

Di tempat-tempat di mana dikecualikan, di sini diatur di dalam peraturan gubernur. Pembatasan aktivitas kerja, kemudian pengaturan jumah karyawan yang bekerja di waktu yang bersamaan untuk memastikan ada pembatasan fisik, kemudian di dalam sektor tertentu, misalnya di dalam sektor konstruksi maka semua pekerja harus berada di dalam lingkungan pekerjaan, lingkungan proyek dan tidak keluar masuk. Pengelola proyek memiliki kewajiban untuk menyediakan tempat tinggal sehingga mereka, tempat tinggal, tempat makan, makan, minum, fasilitas kesehatan, sehingga mereka tidak harus meninggalkan lokasi proyek konstruksinya.

Kemudian di dalam sektor bahan makanan-minuman, warung, restoran, rumah makan, bisa tetap buka tapi tidak diizinkan untuk makan atau menyantap makanan di lokasi. Semua makanan diambil, dibawa, tidak ada dine-in, take away, bisa menggunakan delivery atau datang ke warung dan dibungkus, dibawa. Intinya adalah bukan menghentikan kegiatan usaha rumah makannya, tetapi m’hentikan interaksi antar orang di rumah makan. Jadi kegiatan itu bisa jalan tetapi dengan pembatasan.

Kemudian juga terkait dengan logistik, di situ juga ada ketentuan yang mengatur bahwa kegiatan pergerakan orang dan barang ada pembatasan. Nanti saya akan sampaikan terkait dengan itu secara khusus.

Kemudian terkait dengan organisasi sosial, maka organisasi sosial kemasyarakatan yang dikecualikan adalah yang bergerak di bidang sosial terkait kebencanaan, terkait dengan penanganan covid19. Jadi itu aktivitas yang dikecualikan.

Kemudian pembatasan terkait dengan kegiatan rumah ibadah sama seperti sekarang di mana kegiatan peribadatan bersama atau keagamaan bersama di rumah ibadat itu ditiadakan dan diganti dengan kegiatan di rumah. Jadi beribada di rumah, kegiatan keagamaan di rumah.

Kemudian terkait dengan kegiatan sosial, budaya, di situ ada unsur olahraga, ada unsur kegiatan-kegiatan kebudayaan, seluruh kegiatan itu yang sifatnya mengumpulkan orang, maka dilarang untuk dilakukan.

Kemudian terkait dengan kegiatan di tempat umum. Pada prinsipnya, semua fasilitas umum akan ditutup. Tempat-tempat umum dilarang untuk berkumpul lebih dari 5 orang. Sekali lagi tujuannya bukan soal jumlah lima-nya, tetapi tujuannya adalah soal mengurangi potensi interaksi.

Kemudian terkait dengan mobilitas. Moda transportasi pada prinsipnya, Pasal 18, selama pemberlakuan PSBB, dilakukan pembatasan sementara penggunaan kendaraan untuk pergerakan orang dan barang di Jakarta. Ini artinya bahwa kendaraan umum seperti kemarin disampaikan, dibatasi kapasitasnya jadi 50%, dibatasi jam operasinya jam 6 pagi sampai jam 6 malam, kemudian kendaraan pribadi itu diizinkan untuk digunakan hanya untuk bepergian memenuhi kebutuhan pokok. Jadi, secara prinsip adalah dilarang bepergian menggunakan kendaraan kecuali untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Lalu ada batas maksimalnya bahwa dalam satu kendaraan roda 4 atau lebih, jumlah penumpang yang bisa naik bersamaan adalah 50% dari kapasitas kursinya. Jadi bila jumlah kursi bisa untuk 6 orang, maka maksimal tiga orang dan semua harus menggunakan masker.

Terkait dengan masker ini adalah semua org yang meninggalkan rumah wajib menggunakan masker.

Saya tambahkan sedikit yang terkait dengan penggunaan kendaraan tadi. Selain kebutuhan pokok, juga diizinkan untuk kegiatan yang dikecualikan, jadi untuk kegiatan pemerintahan atau swasta yang di dalam sektor-sektor yang tadi dikecualikan.

Untuk kendaraan roda 2, maka ini juga diizinkan untuk menjadi sarana angkutan. Sekali lagi, hanya dibolehkan sebagai angkutan untuk memenui kebutuhan pokok atau memang bekerja di sektor yang diizinkan. Tanpa itu maka dilarang menggunakan kendaraan roda 2.

Adapun kendaraan roda 2 sebagai jasa pengantaran, kemarin sempat disampaikan bahwa ojek online kita akan fasilitasi untuk bisa mengantar orang dan barang. Kemarin dalam pembicaraan dengan kementerian perhubungan, kita berpandangan untuk bisa diizinkan tetapi karena belum ada perubahan di permenkes dan pergub harus sejalan dengan rujukan Permenkes 9/2020, maka kita mengatur ojek sesuai dengan pedoman pada Permenkes 9/2020 yaitu layanan ekspedisi barang termasuk sarana angkutan roda 2 berbasis aplikasi dengan batasan hanya untuk mengangkut barang dan tidak untuk mengangkut penumpang. Peraturan gubernur merujuk kepada peraturan kesehatan, sehingga ojek boleh mengantarkan barang tapi tidak untuk mengantarkan orang. Apabila nanti ada perubahan, maka kita akan menyesuaikan dalam peraturan gubernur ini.

Kemudian terkait dengan kewajiban-kewajiban, seluruh komponen pemerintah berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin untuk mendapatkan bantuan selama masa PSBB ini. Dan kita pemerintah, baik pemda maupun pusat telah mengatur ini bersama-sama insya Allah bantuan akan segera tuntas mulai hari ini pembagian bantuan untuk masyarakat miskin dan rentan miskin sudah mulai dilaksanakan. Hari ini sudah 20 ribu kepala keluarga. Nantinya akan ada 1.25 juta keluarga di Jakarya yang akan mendapatkan bantuan secara rutin diberikan tiap minggu dalam bentuk kebutuhan pokok sehingga bisa melewati masa ini tanpa menghadapi masalah yang terlalu besar.

Kemudian selama masa pemberlakuan PSBB ini, seluruh masyarakat, seluruh penduduk di Jakarta berkerwajiban untuk mematuhi seluruh ketentuan yang ada di dalam pelaksanaan PSBB ini. Dan ini artinya bukan saja dari sisi pemerintah memiliki kewajiban, tetapi masyarakat juga memiliki kewajiban untuk sama-sama kita mentaati.

Adapun terkait dengan masa berlakunya, ini berlaku mulai besok tanggal 10 April sampai dengan tanggal 23 April 2020.

Kemudian terkait dengan sanksi, sanksi dalam hal ini sesuai dengan ketentuan yang ada, bahwa yang ada di dalam Pasal 27 (Pergub 33/2020), pelanggaran terhadap PSBB dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan termasuk sanksi pidana. Dari mulai pidana ringan dan bila berulang bisa menjadi lebih berat.

Prosesnya nanti kita akan kerjakan bersama-sama dengan aparat penegak hukum untuk memastikan bahwa seluruh ketentuan ini dilaksanakan, termasuk juga ketentuan yang ada di Pasal 93 UU No. 6/2018 terkait Karantina Kesehatan, di mana bisa mendapatkan sanksi hukuman selama-lamanya 1 tahun dan denda sebesar-besarnya 100 juta rupiah.

Bapak ibu sekalian yang saya hormati, warga Jakarta yang saya cintai, apa yang baru saja disampaikan tentang peraturan ini bertujuan untuk menyelamatkan kita semua dari wabah covid19. Jakarta bukan kota pertama yang menghadapi ini semua. Berbagai kota di dunia menghadapi masalah yang sama. Karena itu saya ingin menyampaikan kepada semuanya pada seluruh masyarakat Jakarta.

Keputusan yang malam ini diumumkan adalah keputusan yang besar. Tapi insya Allah ini bukan menjadi keputusan yang berat bagi kita semua. Ini adalah tantangan bagi kita masyarakat Jakarta. Kita menghadapi tantangan bukan pertama kali. Kita berkali-kali. Bangsa kita diuji berkali-kali. Dan setiap kita menghadapi ujian, alhamdulillah bangsa kita selalu bisa lolos.

Kita ingat tidak ada keris yang ditempa sekali. Keris itu ditempa berkali-kali. Tapi dia menjadi makin kokoh, dia menjadi makin kuat. Seperti juga bangsa kita. 14 hari ke depan kita memiliki kesempatan. Lihat ini sebagai kesempatan bersama dengan keluarga, bersama dengan tetangga. Belum pernah terjadi sebelumnya di kota ini. Bahwa kita semua selama 2 minggu bersama keluarga. Jadikan kesempatan untuk lebih dekat dengan keluarga. Buat aktivitas bersama keluarga, bersama lingkungan rumah. Jadikan ini bukan sebagai sebuah penderitaan. Jadikan ini sebagai kesempatan untuk mengeratkan di antara kita. Namanya memang pembatasan sosial, tapi harus menjadi saat menumbuhkan solidaritas social.

Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan Jakarta adalah yang pertama kali menjalankan PSBB ini. Sementara masalah covid19 ini sudah dialami di 33 provinsi. Kita harus tunjukkan di Jakarta bahwa kita bisa disiplin. Kita bisa pegang komitmen. Kita bisa melindungi diri kita, keluarga kita, tetangga kita, kolega kita dari wabah covid19 ini.

Dan jadikan 14 hari ke depan sebagai rujukan. Mudah-mudahan daerah lain tidak harus mengalami seperti kita. Tapi, kita bisa mengirimkan pesan kepada seluruh wilayah Indonesia, seluruh bangsa, dan insya Allah ke dunia. Bahwa di tempat ini, di kota ini, ketika kita harus melakukan pengurangan kegiatan di luar, kita bisa laksanakan dengan disiplin. Dan bangsa kita bukan bangsa lembek. Jakarta juga masyarakatnya masyarakat tangguh. Yang datang ke sini, yang datang ke Jakarta, adalah orang-orang yang tangguh, yang berani menghadapi tantangan. Kalau tidak berani menghadapi tantangan, tidak datang untuk mengadu nasib di kota ini. Karena itu, saya percaya keuletan kita, ketangguhan kita, kekuatan kita, akan bisa melewati masa tantangan yang ada di depan kita ini. Setelah kita bisa melewati ini semua, 14 hari, mudah-mudahan kita tak harus memperpanjang. Mudah-mudahan nantinya akan segera lewat. Dan ketika ini lewat, maka kita akan bisa kembali beraktivitas dan saat itu kita akan lebih dekat dengan keluarga, lebih dekat dengan tetangga, lalu kita bisa kembali beraktivitas. Kembali ke pasar, kembali ke sekolah, kembali bekerja, kembali menorehkan prestasi. Dan pada saat itu, kita bisa mengatakan bahwa kita jalani yang hari ini mungkin terasa menantang dengan sebaik-baiknya sehingga kita bisa keluar dari masa cobaan ini menjadi masyarakat yang lebih kuat. Jakarta yang lebih solid, Jakarta yang saling membantu. Jakarta yang solidaritasnya lebih kuat.

Kalau kita sanggup lewati ini dengan baik, insya Allah Jakarta yang kita banggakan ini akan menjadi kota yang lebih hebat lagi. Kota yang memberikan kepada masyarakatnya kebahagiaan, kotanya yang maju. Karena tantangan covid19 bukan hanya di Jakarta. Di seluruh dunia. Masing-masing menengok kota satu dan lainnya. Mari kita sama-sama tunjukkan.

Bapak ibu sekalian yang saya hormati, saya tadi mengumumkan peraturan gubernur detailnya nanti ada di website tapi saya ingin kita semua jangan memandang ini sebagai sesuatu yang berat. Ini besar, tapi insya Allah kita akan lewati itu. Dan sekali lagi, bangsa kita sudah pernah melewati yang lebih berat, yang lebih sulit. Insya Allah ini akan kita bisa lewati dengan sebaik2nya. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua, warga Jakarta, kota Jakarta, dan insya Allah atas izinNya kita akan menjadi kota yang lebih kuat, lebih maju, yang warganya bahagia. Terima kasih.